3Er Creative Creations

Sunday, April 17, 2011

Easter Egg

Been a long time I did not fill my blog. This time I went back to the topic "Easter Egg". In this Easter, we are enriching my English group were told to make Easter eggs. Previously I was confused what to do. Then I got the idea to make the egg into a cute bunny. I chose the rabbit as a creation because the Easter  is usually connect with rabbits. Why a rabbit? Because in Europe, during the Easter month of April, rabbits reproduce very rapidly. Everywhere looks rabbits. This makes the rabbits often become one of the symbols in the Easter period.
On the day of making Easter eggs, of course we were told to prepare our own materials needed. Since that time I was too hasty to go to school, so I do not directly take responsibility hairpin-making materials used to test my Special Home yesterday. At that time I did not care what it is, the important thing I bring the material. Then I also went to school.
And the time came my English enrichment class is in the afternoon at 15.15. Previously, my friend was told to buy a lot of eggs for Easter egg-making today, and for the purchase of each student to collect Rp 1000.
Time comes. My teacher distribute 1 egg for every child. And before we have to spend to create the egg contents first.  Using tip of knife, we made a small hole on each side of the tip of the egg. Then with our toothpicks digging out the inside so rapid.
My hands were full of white and yolk. Unfortunately my hole is too small. So I take a long time to clean the inside. While my classmates have already started creating. But not long after that I was finished and quickly to the seat for the immediate creation of an egg.
As already I'm sued, I'm just carrying improvised material that I do not know to what I made. Inside the bag there is a blue flannel, blue, yellow, pink and white. I'm confused with all the ingredients like I do with this. Then I turned my head as my imagination and creativity!
And would like below! I took a picture in my backyard. I tried to take a picture from different side? How about it, funny isn't it?

Sudah lama aku tak mengisi blog ku. Kali ini aku kembali dengan topik "Telur Paskah". Pada bulan Paskah ini, kami kelompok pengayaan Bahasa Inggrisku disuruh membuat telur Paskah. Sebelumnya aku bingung mau membuat apa. Lalu aku mendapatkan ide untuk membuat telur itu menjadi kelinci yang lucu. Aku memilih kelinci sebagai kreasi telur paskahku karena paskah identik dengan yang namanya kelinci. Mengapa kelinci? Karena di Eropa, pada saat bulan Paskah yaitu bulan April, kelinci berkembang biak dengan sangat pesat.  Di mana-mana terlihat kelinci. Hal ini yang membuat kelinci seringkali menjadi salah satu simbol dalam masa Paskah.

Pada hari pembuatan telur Paskah tersebut, tentunya kami disuruh untuk menyiapkan sendiri bahan-bahan yang dibutuhkan. Karena saat itu aku terlalu terburu-buru untuk berangkat sekolah, maka aku tak tanggung-tanggun langsung mengambil bahan bekas pembuatan jepit rambut untuk test Special English ku kemarin. Waktu itu aku tak peduli apa isinya, yang penting aku membawa bahannya. Lalu aku pun berangkat ke sekolah.

Dan waktu pangayaan bahsa Inggris pun tiba yaitu pada sore pukul 15.15 . Sebelumnya temanku sudah disuruh untuk membeli banyak telur untuk pembuatan telur paskah hari ini, dan untuk pembelian itu setiap siswa mengumpulkan Rp 1000.

Saatnya tiba. Guruku membagikan 1 telur untuk setiap anak. Dan sebelum berkreasi kami harus mengeluarkan isi telur terlebih dahulu. Inillah saat yang terseru! Dengan menggunakan ujung pisau, kami membuat lubang kecil di setiap sisi ujung telur. Lalu dengan tusuk gigi kami mengorek-ngorek bagian dalamnya supaya cepat keluar.

Tanganku penuh dengan putih dan kuning telur. Sayangnya lubangku terlalu kecil. Sehingga aku membutuhkan waktu lama untuk membersihkan bagian dalamnya. Sedangkan temanku sudah memulai berkreasi. Tapi tak berapa lama setelah itu aku pun menyelesaikannya dan cepat-cepat ke tempat duduk untuk segera mengkreasikan telur.

Seperti yang sudah aku karakan, aku hanya membawa bahan seadanya yang aku belum tahu untuk kubuat apa. Di dalam tas itu terdapat kain flanel biru, biru muda, kuningmerah muda dan putih. Aku bingung mau kuapakan dengan semua bahan ini. Lalu aku memutar otakku dan berkreasi sesuai imajinasiku!

Dan jadinya seperti yang di bawah ini!!
Aku memotretnya di halaman belakang rumahku. Aku mencoba memotretnya dari berbagai sudut pandang? Bagaimana, lucu bukan? 
I put the easter eggs among the mango tree in the backyard.
Kuletakkan telur paskahku di antara batang pohon mangga yang berada di halaman belakang.







Then I put it inside the pot
 Lalu yang ini aku letakkan di pot yang menggantung.



 In the middle of the orchid..
 Di tengah pot anggrek.



 Above the lime tree branch.
 Di atas dahan pohon jeruk purut.


At the grass ..
 Di atas rerumputan..
I took a picture with a variety of viewpoints. And under this seemed appropriate to be used as wallpaper!
Aku memotretnya dengan berbagai sudut pandang. Dan yang di bawah ini sepertinya cocok untuk dijadikan wallpaper!












 I put on  flowers. Cute right?
 Kuletakkan di atas bunga. Lucu kan??




Hope you enjoy my photographhy of my easter egg!! Bye!
Semoga teman-teman menikmati photographyku. Sampai jumpa!!

Erdiani


Thursday, March 3, 2011

Paintings







 These are my paintings when i was in elementary school. What do you think??



 And these paintings below , i draw it this week. Now I'm senior high school. What different can you see between my paintings in different age??






Erdiani

Vase Painting



Yup, this is the vase painting. I have finished it right now. One of the most beautiful vase for me is the biggest one. I drew it when i imagined Hawaii and paradise. Just see the clouds, it just make us flying to another world.  And the motif at the top, i just don't know that i can draw it like that. It just look like a traditional motif. I just can't stop to improve my painting!!
Erdiani

Saturday, February 19, 2011

Petualangan Bersama

Hari ini sepulang sekolah aku dan teman-temanku pergi ke sawah belakang rumahku. Untuk mensurvei lokasi penyuntingan untuk pembuatan film tugas Bahasa Indonesia. Kami mengambil cerita Bawang Merah dan Bawang Putih sebagai cerita rakyat yang akan kami buat untuk film.

Dari sekolah kami berangkat menggunakan angkot ABG. Kami berlima berjalan menuju ke rumahku dengan gembira. Sesampai di rumah, aku mengganti sepatuku dengan sandal jepit. Aku pun meminjamkan sandal jepitku kepada teman-temanku. Sedangkan temanku yang satu ini, dia tidak menggunakan alas apapun alias nyeker. Dia sudah terbiasa tanpa alas kaki di daerahnya yaitu Kupang.

Kami pun berangkat ke sawah. Sesampainya di sana, hal yang sama sekali tidak diharapkan terjadi. Apa itu? Ternyata jalan menuju sawah itu ditutup.  Dibuat tembok yang tinggi sekali. Eh nggak terlalu tinggi tapi cukup tinggi, sehingga susah untuk dipanjat. Kami pun bingung mau gimana. Akhirnya aku nekat. Aku manjat tembok itu dengan gampangnya. Mengingat masa kecilku yang sukanya manjat-manjat dan naik pohon. Jadi tembok itu bukan menjadi sesuatu yang sulit bagiku.

Aku dan temanku yang cowok sudah berhasil masuk ke dalam sawah. Nah ini dia yang cukup susah. Tembok itu sepertinya begiru tinggi buat kedua teman permpuanku. Jadi temanku yang berasal dari Kupang kembali ke tempat sebelumnya dan merelakan dirinya untuk dinaiki tubuhnya, supaya teman-teman cewekku dapat melewati tembok penghalang itu. Di situ aku dan teman cowokku yang satunya membantu mereka untuk turun dari tembok. Tak mengira kedatangan kami ke sawah itu disambut dengan manjat-manjat tembok. Tapi rasanya senang banget dapat membantu temanku melewati rintangan tembok. Di sini aku merasa petualangan kami dimulai.

Setelah melewati rintangan tembok, kami pun mulai menyusuri jalan setapak. Eh tiba-tiba adikku nongol dari tembok. Aku pun mengajaknya untuk ikut kami. Setelah kami kembali ke tembok untuk menjemput adikku, eh ternyata adikku sudah menghilang entah ke mana!

"Elmo...., Elmo.....!!!! Kamu di mana?!!!" Kami berteriak-teriak mencari dia. Tetapi dia sudah menghilang duluan. Huh, anak itu didatangi malah pergi. Ya sudah, kami pum kembali untuk menyusuri jalan setapak menuju tempat sungai berada.

Sepertinya keadaan sawah yang sekarang sudah berubah dari 2 tahun yang lalu. Sekarang lebih banyak tanah lapang dari pada sawah dan ladang sayurannya. Jadi itu memudahkan kami untuk segera menuju tempat tujuan. Saat kami melewati ladang pohon singkong, kami menemukan batang yang sudah dicaput dan dipotong. Dan panjangnya pas buat dibawa sebagai tongkat pembantu untuk menghindari terpeleset saat berjalan di pinggir sawah.

Tiba-tiba aku mendengar suara Elmo-adikku berteriak-teriak memanggil namaku. Begitu kagetnya aku melihat dia muncul di belakang. Bagaimana dia sampai ke sini? Apa dia bisa memanjat tembok yang begitu tinggi untuk usianya? Aku pun datang menghampirinya, lalu menanyakan lewat jalam mana dia sampai ke sini. Dia berkata kalau dia memanjat tembok yang tinggi tadi. Aku merasa sangat terkejut dan heran. Karena dia bisa melewatinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Hebat sekali bukan?! Aku bangga sekali sama dia.

Selagi kami menuju tempat kali, adikku dari belakang menyusul. Kami pun terus berjalan dengan semangat di bawah matahari yang terik. Aku sangat-sangat merasa senang. Karena aku merasa selama ini tidak ada anak SMA yang suka berpetualang ke sawah seperti aku, melainkan mereka pergi ke mal-mal, menonton film di bioskop, makan di restoran yang mahal dan berbelanja-belanja. Bukannya menikmati keindahan alam dan bermain dengan alam. Tetapi di sini aku menemukan teman-teman yang mempunyai kesenangan yang sama dengan aku, yang tidak banyak mengeluh dan terus berusaha dengan serius menyelesaikan tugas. Sungguh aku merasa punya teman yang sepemikiran denganku.

Sesampainya di kali kami menentukan posisi pengambilan kamera dan adegan yang akan dilakukan di tempat tersebut. Kami pun berdiskusi dengan serius, posisi mana dan adegan seperti apa yang akan kami tampilkan di film kami nanti. Menyusuri jalur kali, lalu kami berjalan-jalan lebih dalam sampai menuju perkampungan. Di situ kami menemukan sebuah rumah sederhana namun rindang yang sangat cocok untuk tempat syuting. Kami pun mencoba meminta ijin apakah boleh meminjam halaman rumah untuk adegan kedatangan Bawang Putih ke rumah seorang kakek. Tetapi sepertinya pemilik rumah tidak senang dan merasa direpotkan dengan hal tersebut. Sehingga kami pun kembali dengan sedih. Jadi kami tentukan lokasinya di rumahku.

Selagi itu, adikku dengan serunya berpetualangan di dunianya sendiri. Tetapi tetap dalam pantauanku. Supaya tidak hilang. Lalu kami pun kembali ke bagian sawah yang dekat dengan perkampungan tadi. Di situ adikku menemukan seekor kelinci. Dia memanggilku untuk melihatnya. Tapi lucunya, setiap aku datang untuk melihat kelincinya pergi. Huh kok gitu sih? Sampai-sampai temanku bilang kalau kelinci itu tak suka dengan aku. Ya, tak apalah.


Kembali  adikku menyadari kehadiran kelinci tersebut. Tetapi kali ini dia memanggilku untuk melihat marmut bukannya kelinci. Ternyata hewan yang dikira kelinci sama Elmo bukanlah kelinci melainkan seekor tikus besar yang disebut marmut. Kali ini marmut itu tidak pergi dengan kedatanganku. Yes! Hewan itu sangat lucu dan mungil. Bulunya berwarna putih dengan corak coklat. Telinganya mungil. Marmut itu sangat lucu. Lalu aku memanggil teman-temanku untuk melihatnya juga. Setelah mengamati lama marmut tersebut, kami kembali untuk pulang ke rumahku karena tenggorokan ini rasanya kering!! Kami semua kehausan. Lalu kami cepat-cepat kembali.  Tapi kali ini dengan jalur yang berbeda. Kami menggunakan jalur yang lebih gampang dilalui dan saat inilah kami menemukan jalan keluarnya yang jauh lebih gampang daripada melewati dan memanjat tembok tinnggi tadi. Kami menemukan gundukan tanah yang tingginya sama dengan tembok yang menutupinya. Sehingga kami tidak perlu manjat-manjat lagi untuk sampai ke jalan menuju rumah. Tinggal jalan saja. Sedangkan di belakang adikku menyusul kami sambil berteriak-teriak girang melepas kepenatan yang telah menumpuk bulan-bulan ini.

Sesampai di rumah kami minum sprite sepuas-puasnya dan makan puding dan mie goreng. Di sini salah satu teman cewekku harus pulang karena dia sudah janjian untuk sampai di sekolah pukul tiga sore. Lalu aku pun mengantarnya pulang untuk naik ABG, sementara ketiga temanku menunggu di rumahku. Setelah dia sudah naik angkot, aku pun kembali berjalan ke rumah untuk membuat dialog dramanya.

Sampai di rumah, kami pun langsung menyusun kata-kata di laptop biruku. Lalu mencoba memilih siapa yang menjadi narator pengisi suara dalam film nanti. Aku pun mengambil mike untuk merekam suara aku dan teman-temanku. Lalu kami pun memilih teman cowokku untuk menjadi narator dalam ceritera kami.

Jam pun menunjukkan pukul lima sore. Saatnya teman-temanku pulang. Aku pun mengantar mereka sampai mereka naik ke angkot ABG dan aku pun kembali ke rumah. Hatiku rasanya senang sekali. Merasa mempunyai teman seperti di Jepang yang juga suka bergaul dengan alam.

Aku pun tak sabar untuk segera menggarap film Bawang Merah Bawang Putih Sabtu depan. Dan kembali melanjutkan petualangan yang sudah lama tertunda karena begitu banyaknya tugas dan ulangan dari sekolah. Sampai di sini ceritaku.

Erdiani

Saturday, February 12, 2011

My Photos Collection



The Pink Lotus From Another Side









The Pink Lotus





Pride of Sumatera





Harmoni





Mother's garden







The Fresh Green




Dendrobium sp.










The Window of Imagination





Three Malang Traditional Masks




Sirih Belanda




3 Brothers Of Plants




This is my design. I made the skirt curly so it looks cute and shirt I made it simple and elegant with the black and blue. For the lips I colored it red so she looks sexy!!


This is a picture that I made because of missing Japan. I like the color really. I mixed it with many color so it doesn't look sad because it's in the winter. 


And this was also made because of Japan but in the autumn. I made the leaves fall because of the wind, so it looks more romantic. I colored with black and white.


This fashion design I made when i was boring with studying. At that time I imagine Rose in The Titanic, so the left picture may looks old. But the right I mix with modern things.